Pupuk Hayati M-Bio porasi

Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio porasi. Tlp 085-323-179-112

Minggu, 15 Juli 2018

cara membuat pupuk organik cair Nitrogen Fosfor Kalium
Postingan kali ini akan kami jelaskan dengan simple Cara Membuat POC NPK sederhana namun sarat kandungan unsur hara yang tidak kalah dengan pupuk anorganik yang dijual di pasaran. Meskipun proses pembuatannya simpel dan bahan baku organiknya mudah didapat di lingkungan sekitar rumah, POC NPK yang dibuat akan memiliki kualitas serta kandungan NPK yang membandingi pupuk anorganik yang harganya makin melangit. Untuk dapat tumbuh, tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P) dan kalium (K).
Fungsi Nitrogen (N) bagi Tanaman :
  • Untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun.
  • Untuk pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis.
  • Untuk membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

Fungsi Fospor (P) bagi Tanaman :
  • Unsur fosfor (P) bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, berguna untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu, membantu asimilasi dan pernapasan, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta mempercepat pemasakan biji dan buah.

Fungsi Kalium (K)  bagi Tanaman :
  • Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula.
  • Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Juga merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan serangan penyakit.
  • Membantu pengankutan gula dari daun ke buah atau umbi.

Cara Membuat POC NPK secara Fermentasi
Hal yang paling mempengaruhi berhasil tidaknya cara membuat POC NPK tidak hanya komposisi bahan-bahan organik-nya namun juga tersedia tidaknya mikroba pengubah unsur hara tidak tersedia menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman, serta langkah yang tepat dalam proses pembuatannya. Biasanya atau lumrahnya, cara membuat POC NPK membutuhkan waktu setidaknya 30 - 45 hari, hal ini dikarenakan kurangnya mikroba pengikat N dan pengurai P & K sehingga proses dekomposisi berlangsung sangat lama. 

Namun hal tersebut bukanlah masalah lagi, karena kini sudah ada Pupuk Hayati M-BIO yang merupakan pupuk mikrobiologis / pupuk berisi mikroba hidup diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp; yang telah teruji keunggulannya dalam mendekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi baik untuk POP (Pupuk Organik Padat) maupun untuk pembuatan POC (Pupuk Organik Cair). Pupuk Hayati M-BIO merupakan pupuk berstandar tinggi yang sudah dipatenkan dalam Paten No. P 20000939 / S 20000204 serta sudah mendapatkan izin resmi Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015 sebagai Pupuk Terbaik baik dalam pertanian juga pelopor pelestari lingkungan. Berikut ini keunggulan yang mampu diberikan pupuk hayati M-BIO dalam cara membuat POC NPK: 
 cara membuat POC NPK
1 liter cukup untuk 150 - 200 liter air dalam POC
  1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi (± 7 hari)
  2. Melarutkan P & K yang tidak tersedia menjadi bentuk P & K yang tersedia bagi tanaman.
  3. Mengikat Nitrogren udara
  4. Hasil fermentasinya (asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein, dan asam lainnya) mudah diserap oleh tanaman.
  5. Kandungan nutrisinya lebih tinggi daripada kompos
  6. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon (Auksin, Giberelin, & Sitokinin) sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
  7. Meningkatkan efisiensi permupukan yang berkelanjutan.
  8. Tidak meninggalkan residu negatif seperti gas dan panas, seperti yang terjadi pada proses pembuatan kompos biasa.

Cara Membuat POC N (Nitrogen)
Bahan-bahan:
- Rerumputan hijau / sisa sayuran hijau: 1 kg
- Daun-daunan hijau: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air / air kelapa: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air kelapa / air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair N siap diaplikasikan.

Cara Membuat POC P (Fosfor)
Bahan-bahan:
- Batang & bonggol pisang: 1 kg
- Buah-buahan / bunga-bungaan: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air / air cucian beras: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, & air cucian beras / air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair P siap diaplikasikan.

Cara Membuat POC K (Kalium)
Bahan-bahan:
- Daun kering / kulit buah-buahan: 1 kg
- Sabut kelapa: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, & air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair K siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian POC NPK untuk tanaman
Setiap tanaman membutuhkan jumlah NPK yang berbeda-beda di setiap vase pertumbuhannya, ada yang membutuhkan POC N saja seperti tumbuhan sayuran hijau, ada juga yang membutuhkan POC NPK seimbang di awal tanam serta ada yang membutuhkan POC PK saja seperti tanaman umbi / buah supaya ukuran buah / umbinya besar & rasanya manis. Karena itu, pastikan konsistensi POC yang hendak diaplikasikan dalam takaran yang benar dan jangan takut untuk ujicoba hingga mendapatkan hasil yang memuaskan seperti yang diinginkan. Cara Membuat POC NPK yang dijelaskan diatas adalah 100% pupuk organik sehingga aman diaplikasikan sesering mungkin pada tanaman, tidak meninggalkan residu negatif serta tidak merusak daun / batang seperti halnya pupuk anorganik. Berikut cara pengaplikasian POC NPK yang perlu anda pahami:
  1. Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  2. Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  3. Setiap 1 atau 2 minggu sekali, kocorkan POC ini ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  4. Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair boleh disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang dan daun menggunakan sprayer.
  5. Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat POC NPK - pemesanan m-bio
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat POC NPK ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Minggu, 03 Juni 2018

penjelasan lengkap mengenai cara membuat pupuk organik cair sederhana
Berikut ini cara membuat pupuk organik cair sederhana yang bisa anda buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di dapur dan sekeliling rumah. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan mendapatkan panen yang memuaskan, tanaman membutuhkan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar / pupuk utama dan dapat ditambah dengan pupuk organik cair untuk memaksimalkan proses pertumbuhan, merangsang pembentukan bunga dan buah. Sebelum dibahas lebih lanjut, berikut kegunaan dan mafaat pupuk organik cair (Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya, 2007): 
  1. Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara 
  2. Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 
  3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 
  4. Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah
  5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana 
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam cara membuat pupuk organik cair sederhana adalah pastikan bahan-bahan organik tidak mengandung minyak / oli / pupuk anorganik / bahan kimia dalam bentuk apapun, bila perlu bahan organik boleh dicuci bersih dengan air terlebih dahulu. Pupuk organik cair sederhana yang akan dijelaskan dalam postingan kali ini adalah pupuk organik cair yang mengandung unsur hara NPK lengkap sehingga cocok diaplikasikan untuk tanaman sayur maupun tanaman bunga dan buah, bila perlu bahan organik boleh diganti dan/atau disesuaikan unsur hara-nya menyesuaikan jenis tanaman yang dimiliki.
Bahan-bahan:
- Air cucian beras / air kelapa / air kencing hewan: 1 liter
- Rerumputan hijau / batang pohon pisang / buah-buahan: 1 kg
- Sabut kelapa / sisa sayuran mentah / kulit buah-buahan: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air: 2 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, air kencing hewan / air cucian beras / air kelapa & air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair sederhana siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk organik cair sederhana:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 2 minggu sekali, kocorkan pupuk organik cair sederhana ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair sederhana disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang, daun dan buah muda menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Peran Penting Pupuk Hayati M-BIO 
dalam Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana
Pupuk Hayati M-BIO dibuat dari formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp.; juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk mikrobiologis / pupuk biofertilizer / pupuk hayati M-BIO adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer (bagian dalam dari tanaman) dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.

 cara membuat pupuk organik cair sederhana
1 liter M-BIO cukup untuk 150 - 200 liter air dalam POC
Pupuk hayati M-BIO seringkali dianggap sebagai pupuk organik namun anggapan tersebut tidak benar, dalam Permentan No.2 tahun 2006 disebutkan bahwa pupuk hayati digolongkan ke dalam pembenah tanah organik. Seperti yang telah diketahui aplikasi pupuk kimia yang berlebih dan terus menerus dapat membawa dampak negatif terhadap kondisi tanah dan lingkungan. Namun kenyataannya, pertanian modern sangat bergantung pada penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida untuk meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, TELAH HADIR SOLUSI TERBAIK YAITU PUPUK HAYATI M-BIO yang mengandung mikroba majemuk sebagai alternatif / pengganti penggunaan pupuk kimia. 

Pupuk hayati M-BIO bukanlah pupuk biasa yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah namun melalui aktifitas mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk mikrobiologis tersebut. Karenanya adanya bahan-bahan organik menjadi poin penting efektif tidaknya penggunaan pupuk hayati M-BIO bagi tanaman dan tanah. Terdapat dua peran utama pupuk hayati dalam budidaya tanaman, yakni sebagai pembangkit kehidupan tanah (soil regenerator), penyubur tanah kemudian tanah dan penyedia nutrisi tanaman (Feeding the soil that feed the plant). Mikroorganisme yang terdapat dalam Pupuk Hayati M-BIO bermanfaat untuk:
  • Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara. Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan penambat kalium, juga mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi pupuk organik hasil fermentasi yang lebih mudah diserap oleh tanaman.
  • Aktivitas mikroorganisme membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
  • Menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
  • Mengeluarkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diperlukan tanaman.
  • Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman yang menjadi sumber hama / penyakit. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan berkembangnya organisme patogen semakin kecil.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat pupuk organik cair sederhana
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Kamis, 17 Mei 2018

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing baik yang padat maupun cair. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, dibandingkan memakai pupuk anorganik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan tanah; alangkah baiknya kita mulai mengolah bahan-bahan organik yang mudah ditemukan disekitar kita untuk dijadikan pupuk. Pupuk organik tidak hanya mudah dibuat, namun dapat meningkatkan efisiensi pemupukan jangka panjang dengan kata lain setelah panen pertama, tanah masih mampu ditanami dengan tanaman lain karena tinggalan / sisa pupuk organik dari pemupukan sebelumnya masih kaya unsur hara serta membuat media tanam lebih gembur. Dalam postingan kali ini akan kami bahas cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing yang sangat mudah, bahkan anda yang tidak pernah membuatnya 'pun dapat melakukan uji coba sendiri di rumah. 

Cara Membuat Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing
Bahan-bahan:
- Kotoran kambing: 700 kg
- Tanaman sisa panen / sisa pakan kambing: 300 kg
- Dedak / bekatul / abu kayu / serbuk gergaji: 50 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air bersih: ± 50 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

 Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata kotoran kambing, tanaman sisa panen / sisa pakan kambing & dedak / abu menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran kotoran hewan, sampai kandungan air dalam adonan mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak ada air menetes dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk organik dari kotoran kambing siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk organik dari kotoran kambing:
  • Pupuk kandang hasil fermentasi ini bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
  • Takaran pupuk organik dari kotoran kambing berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk organik dari kotoran kambing : 2 sekop media tanam.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing
Bahan-bahan:
- Urine kambing: 50 liter
- Kotoran kambing: 70 kg
- Tanaman sisa panen / rumput / buah-buahan: 30 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: 100 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air kencing hewan di dalam drum yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik dari kotoran kambing siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk organik cair dari kotoran kambing:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 2 minggu sekali, kocorkan pupuk organik cair dari kotoran kambing ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Fungsi & Manfaat Pupuk Hayati M-BIO dalam Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing

 cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
Pupuk Biofertilizer / Pupuk Hayati M-BIO dibuat dari formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan dalam cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Dengan isi 1 liter cukup untuk membuat pupuk organik padat dari 1 ton bahan organik atau dalam pembuatan pupuk organik cair dengan 150 - 200 liter air, HARGA TERJANGKAU MANFAAT MAKSIMAL!

Seperti yang telah diketahui bahwa kotoran kambing maupun urine kambing tidak bisa diaplikasikan langsung pada tanaman karena adanya kandungan gas / amonia, kumpulan bakteri patogen serta berbagai unsur hara makro & mikro yang masih mentah; disinilah pentingnya penggunaan pupuk hayati M-BIO. Dengan pengolahan kotoran kambing yang dicampur dengan pupuk hayati M-BIO secara fermentasi, mikroba-mikroba hidup yang ada dalam pupuk hayati M-BIO mampu bekerja secara aktif mengikat N, melarutkan P & K serta menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit bagi tanaman sehingga menghasilkan pupuk organik yang kaya akan unsur hara. Selain itu, hasil fermentasi bahan organik tsb lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga tanaman mampu mendapatkan serapan nutrisi yang diperlukan.

Tak kalah dari manfaat yang diberikan oleh bakteri / mikroba lainnya, bakteri Azotobacter adalah species rizobakteri yang dikenal sebagai agen penambat nitrogen yang mengkonversi dinitrogen (N2) ke dalam bentuk ammonium (NH3), yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi. (Wedhastri,2002). Karena itulah proses cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing yang dikombinasikan dengan pupuk hayati M-BIO dapat diproses lebih cepat (hanya 7-10 hari) dibandingkan proses pembuatan pupuk kandang maupun pupuk organik cair biasa / tanpa fermentasi (15 - 45 hari). Berikut beberapa manfaat lain yang diberikan oleh Pupuk hayati M-BIO dalam proses pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing:
  1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi.
  2. Mengikat Nitrogren, melarutkan P yang tidak tersedia menjadi bentuk P yang tersedia bagi tanaman.
  3. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
  4. Meningkatkan efisiensi pemupukan yang berkelanjutan
  5. Meningkatkan hasil panen tanaman
  6. Menekan bau busuk.

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
          cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing dengan pupuk hayati m-bio
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing ))*

          pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
          mbioporasi
          Telegram ID:
          @mbioporasi

          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

          Kamis, 12 April 2018

          Pelajari disini cara membuat pupuk kandang fermentasi yang praktis, mudah dan terbukti mampu menghasilkan pupuk kandang kualitas terbaik bagi tanaman. Seperti yang telah diketahui, penggunaan kotoran hewan sebagai pupuk mampu memperbaiki sifat kimia-biologi-fisika tanah, memperbaiki kesuburan tanah dan mengembalikan struktur tanah yang telah rusak oleh kontaminasi pupuk kimia. Unsur hara yang ada dalam kotoran hewan tidak tersedia begitu saja bagi tanaman, selain itu juga mengandung biji-bijian, gulma, bakteri pembawa penyakit dan parasit mikroorganisme yang dapat membahayakan hewan atau manusia. Karena itulah kotoran hewan tidak boleh langsung dibenamkan di sekitar tanaman, sebab malah dapat menyebabkan tanaman layu & mati. 

          Disinilah pentingnya mengolah kotoran hewan secara fermentasi, selain prosesnya lebih cepat, unsur hara yang dihasilkan 'pun terbukti lebih banyak & lebih mudah diserap oleh tanaman. Simak cara membuat pupuk kandang fermentasi dibawah ini,
          Bahan-bahan:
          - Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / dll): 1 ton
          - Dedak / bekatul / abu kayu / serbuk gergaji: 50 kg
          - Gula merah / gula putih: 1 kg
          - Air bersih: ± 50 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

           Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
          • Campur rata kotoran hewan & dedak / abu menggunakan sekop.
          • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran kotoran hewan, sampai kandungan air dalam adonan mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
          • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
          • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
          • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
          • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk kandang fermentasi siap diaplikasikan.

          Cara Pengaplikasian Pupuk kandang fermentasi:
          • Pupuk kandang fermentasi bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
          • Takaran pupuk kandang fermentasi berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk kandang fermentasi : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).

          Peran Penting Pupuk Biofertilizer M-BIO 
          dalam Cara Membuat Pupuk Kandang Fermentasi

          Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer dengan formula khusus berisi mikroba majemuk menguntungkan baik untuk tanaman maupun tanah diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Kumpulan mikroba-mikroba hidup tersebut apabila dicampurkan pada kotoran hewan atau bahan organik lainnya mampu mengubah bahan-bahan organik tersebut secara fermentasi menjadi pupuk organik kaya unsur hara yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain mampu menekan bau tidak sedap yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri yang ada dalam kotoran hewan juga gas yang dihasilkan dalam proses pembuatan pupuk kandang, Pupuk Hayati M-BIO mampu memproses bahan organik secara fermentasi lebih cepat (7 - 10 hari) dibandingkan pembuatan pupuk kandang biasa (1 - 2 bulan).

           cara membuat pupuk kandang fermentasi
          Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
          Di dalam Pupuk Hayati M-BIO terdapat kandungan Bakteri Azotobacter yang terbukti sangat bermanfaat dalam cara membuat pupuk kandang fermentasi. Mikroba ini adalah mikroba species rizobakteri yang dikenal sebagai agen penambat nitrogen yang mengkonversi dinitrogen (N2) ke dalam bentuk ammonium (NH3), yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi. Azotobacter diketahui pula mampu mensintesis substansi yang secara biologis aktif dapat meningkatkan perkecambahan biji, tegakan dan pertumbuhan tanaman seperti vitamin B, asam indol asetat, giberelin dan sitokinin. Bakteri Azotobacter yang diaplikasikan pada tanah pertanian akan terus mempersubur tanah karena bakteri tersebut akan semakin banyak jumlahnya di dalam tanah dan terus bekerja memfiksasi nitrogen dan menaikkan biomassa tanaman pertanian 

          Pertanyaannya, mengapa harus fermentasi? Fermentasi, secara umum adalah proses produksi energi dalam sel tanpa oksigen (anaerobik). Dalam proses fermentasi, terjadi perkembangbiakan mikroorganisme yang mampu menghasilkan mikroorganisme yang lebih banyak serta hasil metabolisme yang menghasilkan enzim-enzim pertumbuhan yang bermanfaat bagi tanaman. Inilah mengapa pupuk kandang fermentasi mampu memberikan efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dibanding pupuk kandang yang diproses tanpa fermentasi. 

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
           cara membuat pupuk kandang fermentasi pemesanan
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Cara Membuat Pupuk Kandang Fermentasi ))*

          Line ID:
          mbioporasi
          Telegram ID:
          @mbioporasi

          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

          Selasa, 03 April 2018

          Simak Cara Pemupukan Cabe terbaik, cocok untuk tanaman cabe dalam pot, polybag maupun ditanam langsung di kebun. Di usia 1 - 30 hari setelah tanam, tanaman cabe masih ada dalam kondisi yang sangat rentan, akar tanaman dan daya hidupnya masih lemah. Pemberian pupuk kimia / anorganik malah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabe karena tidak sesuai dengan nutrisi majemuk yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk yang sesuai adalah pupuk organik matang yang banyak mengandung unsus hara N (nitrogen) untuk mencukupi kebutuhan tanaman cabe akan asam amino atau protein dan karbohidrat untuk proses fotosintesis, mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang) & juga unsur hara P (fosfor)  untuk pertumbuhan benih, akar & pembentukan bunga serta memperkuat batang tanaman cabe agar tidak mudah roboh / rebah saat terkena hujan dan angin. Berikut cara pembuatan pupuk dasar tanaman cabe,
          Bahan-bahan:
          - Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / dll): 50 kg
          - Batang & bonggol pisang: 30 kg
          - Rerumputan / tanaman sisa panen / Jerami / eceng gondok: 20 kg
          - Dedak / bekatul: 5 kg
          - Gula merah / gula putih: 100gr
          - Air bersih: ± 5 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
          • Campur rata bahan-bahan organik yang telah dicacah menggunakan sekop.
          • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
          • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
          • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
          • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
          • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk dasar tanaman cabe siap diaplikasikan.

          Cara Pengaplikasian Pupuk dasar:
          • Pupuk dasar tanaman cabe bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
          • Takaran pupuk dasar tanaman cabe berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk cabe yang ditanam dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk dasar : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).
          • Di usia 2 bulan setelah tanam, aplikasikan kembali pupuk dasar ini sebanyak 0,5 - 1 kg per tanaman dengan cara dibenamkan di kiri - kanan tanaman.

          Tanaman Cabe sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di dalam pot / lahan / polybag, sebelum disemai rendamlah bibit cabe di dalam larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 1 tutup botol yang dicampur dengan 1 liter air, hal ini dilakukan supaya kandungan hormon dalam Pupuk Hayati M-BIO meresap sempurna dan bisa bekerja aktif dalam merangsang pembentukan akar dan rambut akar serta melindungi bibit cabe dari serangan penyakit / hama sejak dini. 

          Untuk meningkatkan kemampuan tanah / media tanam dalam menyediakan unsur hara majemuk yang dibutuhkan oleh tanaman cabe, 1 hari sebelum ditanam semprotlah tanah semai / media tanam dalam pot / polybag / lahan tanam dengan larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 5 tutup botol dalam 10 liter air. Pupuk Hayati M-BIO mengandung mikroba hidup, dan mikroba-mikroba tersebutlah yang akan mengikat N, melarutkan P & K menjadi unsur hara tersedia yang siap diserap oleh tanaman cabe. Dan setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 1 liter untuk 150 liter air (200 cc untuk setiap tanaman) untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen.

          Cara Pemupukan Cabe yang selanjutnya adalah mengaplikasikan pupuk susulan yang banyak mengandung unsur hara P & K ketika tanaman cabe menginjak usia 3 bulan setelah tanam. P (fosfor) yang mampu merangsang pembentukan bunga dan buah, sedangkan K (kalium) yang mampu meningkatkan kualitas buah, merangsang pembesaran buah serta mencegah kerontokan buah serta daun. Simak pembuatan pupuk susulan tanaman cabe dibawah ini,
          Bahan-bahan:
          - Air Kencing hewan (Sapi / kuda / kelinci / dll): 5 liter
          - Air cucian beras: 5 liter
          - Kotoran hewan (Ayam / sapi / kambing / dll): 2 kg
          - Daun kering / kulit buah / sabut kelapa: 5 kg
          - Batang pisang / buah-buahan setengah busuk / daun gugur: 3 kg
          - Gula merah / gula putih: 100 gr
          - Air: 5 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, air cucian beras, gula & air kencing hewan di dalam ember cat / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
          • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
          • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

          Cara Penggunaan Pupuk susulan tanaman cabe:
          • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
          • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
          • Setiap 15 hari sekali, kocorkan pupuk susulan tanaman cabe ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman cabe dengan sprayer.
          • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di kanan-kiri tanaman cabe di hari selanjutnya.

          Keunggulan Cara Pemupukan Cabe Kombinasi Pupuk Hayati M-BIO
           cara pemupukan cabe
          1 liter M-BIO cukup untuk 1 ton pupuk padat

          Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang dibuat dari formula khusus dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Mikroba-mikroba tersebut sangat bermanfaat dalam memfermentasi bahan-bahan organik menjadi pupuk organik kaya unsur hara yang lebih banyak dan lebih mudah diserap oleh tanaman cabe. Karena itulah cara pemupukan cabe yang dikombinasikan dengan pupuk hayati M-BIO teruji dan terbukti mampu meningkatkan hasil panen, menurunkan biaya produksi dan penggunaan pupuk anorganik dapat ditinggalkan sama sekali. 

          Pupuk Hayati M-BIO juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh yang sangat bermanfaat dalam cara pemupukan cabe diantaranya hormon ZPT Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Berikut ini fungsi / manfaat dari masing-masing Zat Pengatur Tumbuh tersebut dalam cara pemupukan cabe:
          • Merangsang proses perkecambahan biji
          • Merangsang proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
          • Membantu mempercepat pertumbuhan secara keseluruhan.
          • Merangsang pertumbuhan tunas.
          • Merangsang terbentuknya bunga dan buah. 
          • Mampu menyebabkan tanaman cabe berbunga sebelum musimnya
          • Membantu dalam proses pembentukan biji
          • Membantu memperbesar ukuran pada buah cabe
          • Mencegah kerontokan buah.
          • Memperbaiki ukuran pada tumbuhan kerdil.

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
           pemesanan m-bio cara pemupukan cabe
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Cara Pemupukan Cabe ))*

          Line ID:
          mbioporasi
          Telegram ID:
          @mbioporasi

          Selasa, 27 Maret 2018

          Pupuk Dasar Tanaman Buncis - Bagi petani maupun anda yang hendak menanam buncis di kebun, berikut ini pupuk dasar tanaman buncis yang organik dan cocok dipakai selama masa tanam meski tanpa campuran pupuk anorganik. Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat indeterminate) dan tipe tegak (berbentuk semak dan bersifat determinate). Tanaman buncis membutuhkan unsur hara lengkap baik unsur hara makro maupun mikro, oleh sebab itu penggunaan pupuk organik lebih disarankan dibandingkan pemakaian pupuk anorganik. Selain membutuhkan cukup banyak unsur hara N (nitrogen) dan K (Kalium), tanaman buncis membutuhkan unsur hara P (fosfor) lebih banyak dalam pupuk dasar tanaman buncis supaya pertumbuhan dan hasil panen memuaskan, berikut manfaat kandungan unsur hara P bagi tanaman buncis: 
          1. Merangsang pertumbuhan akar, pembentukan bunga dan buah, 
          2. Dibutuhkan untuk enzim-enzim pernapasan & pembentukan klorofil / warna hijau tanaman, 
          3. Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman buncis 
          4. Memperkokoh tegaknya batang tanaman buncis.

          Pupuk Dasar Tanaman Buncis dan Dosis Pemakaiannya
          Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan bahkan 30% lebih banyak dibanding panen biasanya, ikuti cara pemupukan yang tepat untuk tanaman buncis dibawah ini,

          1. Pupuk Dasar I Tanaman Buncis
          Saat anda melakukan pengolahan tanah / membuat bedengan untuk tanaman buncis, tebarkan pupuk dasar I di atas tanah kemudian campur dengan tanah sampai rata. Dosis pupuk dasar I tanaman buncis berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Bagi anda yang menanam tanaman buncis dalam pot, campuran media tanam memakai perbandingan 1 media tanam : 1 pupuk dasar. Berikut ini cara pembuatan pupuk dasar I tanaman buncis,
          Bahan-bahan:
          - Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / kelinci, dll): 40 kg
          - Daun-daun kering / kulit buah / rerumputan: 10 kg
          - Buah-buahan setengah busuk: 20 kg
          - Batang & bonggol pisang: 30 kg
          - Dedak / bekatul / serbuk kayu: 5 kg
          - Gula merah / gula putih: 100gr
          - Air bersih / air cucian beras: ± 5 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
          • Campur rata dedaunan / rerumputan / batang & bonggol pisang yang telah dicacah & bahan-bahan organik lainnya menggunakan sekop.
          • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
          • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
          • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
          • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
          • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk dasar I Tanaman buncis siap diaplikasikan.

          2. Merendam Biji / Benih Buncis
          Sebelum ditanam, rendamlah benih buncis didalam larutan 1 tutup botol Pupuk Hayati M-BIO yang telah dicampur dengan 1 liter air. Hal ini sangat penting dilakukan karena pupuk hayati M-BIO mengandung hormon auksin dan sitokinin yang mampu merangsang proses perkecambahan biji sehingga dapat mempercepat proses pertumbuhan tunas dan melindungi tanaman buncis dari serangan hama / penyakit sejak dini.

          3. Semprot lahan sebelum tanam
          1 hari sebelum benih buncis ditanam, semprot lahan / bedengan dengan larutan Pupuk hayati M-BIO dosis 7 tutup botol yang dicampur dengan 14 liter air. Hal ini dilakukan supaya kandungan mikroba yang ada dalam Pupuk Hayati M-BIO bekerja aktif dalam mengikat N, melarutkan P dan K menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Dengan begitu, tepat setelah benih buncis dibenamkan dalam tanah, media tanam sudah dipenuhi dengan unsur hara majemuk yang siap diserap dengan mudah oleh benih tanaman buncis.

          4. Pengecoran
          Setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan M-BIO ke lubang akar dengan dosis 1 liter Pupuk Hayati M-BIO yang dicampur dengan 150 liter air. Biasanya setiap 1 tangkai buncis membutuhkan 200cc / 1 gelas kecil, disiramkan ke dalam lubang akar. Pengecoran dilakukan supaya kandungan hormon dan enzim yang terdapat dalam pupuk hayati M-BIO bekerja dengan sempurna dalam:
          • Mempercepat proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
          • Mempercepat proses terbentuknya bunga dan buah.
          • Mencegah kerontokan buah.

          5. Pupuk Dasar II Tanaman Buncis
          Di usia 3 minggu, saat tanaman buncis mempersiapkan diri untuk memulai proses pembentukan bunga, aplikasikan pupuk dasar II tanaman buncis yang banyak mengandung unsur hara P & K, apabila tanaman buncis terlihat cukup hijau, bahan organik yang banyak mengandung unsur hara N dalam pupuk dasar tanaman buncis sebaiknya dikurangi.
          Bahan-bahan:
          - Kulit buah-buahan / Sabut Kelapa: 3 kg
          - batang & bonggol pisang / buah-buahan setengah busuk: 6 kg
          - air cucian beras: 5 liter
          - Gula merah / gula putih: 100 gr
          - Air: 10 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air cucian beras di dalam ember cat / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
          • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
          • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

          Cara Penggunaan Pupuk dasar II Tanaman Buncis
          • Setiap satu liter pupuk dasar II tanaman buncis harus dicampur dengan ± 5 - 10 liter air, bila dirasa terlalu pekat boleh ditambah air.
          • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
          • Kocorkan sebagian pupuk dasar tanaman buncis ini ke dalam lubang akar sekitar 1 gelas (± 200cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke batang, cabang & daun tanaman menggunakan sprayer.
          • Setelahnya, aplikasikan pupuk dasar II tanaman buncis setiap 15 hari sekali, dengan dosis & cara yang sama.
          • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan 15 cm dari batang tanaman buncis di hari berikutnya.

          Peran Penting Pupuk Hayati M-BIO dalam Pupuk Dasar Tanaman Buncis

           pupuk dasar tanaman buncis
          Isi: 1 liter, cukup untuk 1 ton pupuk padat
          Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang tidak hanya mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman buncis, namun juga berisi mikroba majemuk menguntungkan dalam pembuatan pupuk dasar tanaman buncis maupun bagi tanaman buncis itu sendiri, diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Kumpulan bakteri tersebut telah teruji dapat  bekerja secara aktif sebagai pengikat N (Nitrogen) bebas menjadi senyawa yang berguna bagi tanaman buncis & sebagai agen pelarut P (Fosfat) dan K (Kalium) sehingga dapat dengan mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, mampu menguraikan bahan-bahan organik lebih cepat (7-10 hari) dengan cara fermentasi dan menghasilkan pupuk dasar tanaman buncis yang lebih kaya akan unsur hara dibanding pupuk organik biasa, inilah yang jadi penyebab meningkatnya hasil panen tanaman buncis.

          Mikroba Bacillus sp. yang ada dalam Pupuk Hayati M-BIO dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian & efisiensi pemupukan berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung yaitu dengan menghambat aktivitas patogen pada tanaman (melindungi tanaman dari serangan hama / penyakit), sedangkan pengaruh secara langsung adalah meningkatkan pertumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan. 

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
           cara pemesanan m-bio pupuk dasar tanaman buncis
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Pupuk Dasar Tanaman Buncis ))*


          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

          Senin, 19 Maret 2018

          Pupuk Terong Ungu - Bagi anda yang hendak menanam terong ungu, berikut ini info lengkap menganai pupuk terong ungu organik, cara pembuatan serta dosis pemakaiannya. Tanaman terong ungu adalah salah satu jenis tanaman yang sangat cocok ditanam pada awal musim kemarau (Maret - april) atau pada awal musim hujan (Oktober - November), dengan jarak tanam, antar lubang dalam barisan 60 cm dan jarak antar barisan 70-80 cm. Berikut ini syarat tanam yang dibutuhkan tanaman terong ungu untuk dapat tumbuh dengan baik:
          1. Iklim tropis dengan cuaca panas & Area terbuka yang cukup terkena sinar matahari
          2. Jenis tanah lempung berpasir dengan kondisi kaya zat organic
          3. Kondisi tanah gembur dan mampu meneruskan air agar tidak menggenang
          4. PH tanah 6,8 sampai 7,3 dan suhu udara berkisar antara 22 sampai 30 derajat Celcius
          5. Cocok tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi yang mencapai ketinggian sekitar 1200 mdpl

          Pupuk Terong Ungu Organik yang Tepat serta Kapan dan Dosis Pemakaiannya

          Tanaman Terong ungu membutuhkan perawatan dan pupuk yang berbeda-beda disetiap vase pertumbuhannya. Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan & melimpah, perhatikan jenis pupuk yang perlu diaplikasian, kapan harus diaplikasikan serta dosis pupuk terong ungu yang diperlukan dibawah ini.

          1. Saat Pengolahan Tanah
          Tanaman terong ungu membutuhkan pupuk dasar yang diaplikasikan saat pengolahan tanah atau saat membuat bedengan. Untuk pupuk dasar, tanaman terong membutuhkan pupuk yang banyak mengandung unsur N (nitrogen) dan Unsur P (fosfor) yang diperlukan tanaman terong ungu dalam tahap awal pertumbuhan serta pembentukan bunga. Simak cara pembuatan, cara pengaplikasian serta jumlah / dosis pupuk dasar terong ungu  dibawah ini,
          Bahan-bahan:
          - Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / kelinci / dll): 500 kg
          - Dedaunan hijau, rerumputan & jerami: 200 kg
          - Batang & bonggol pisang: 300 kg
          - Dedak / bekatul / serbuk kayu: 50 kg
          - Gula merah / gula putih: 1 kg
          - Air: ± 50 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
          • Campur rata dedaunan / rerumputan / batang & bonggol pisang yang telah dicacah & bahan-bahan organik lainnya menggunakan sekop.
          • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
          • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
          • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
          • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
          • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk Terong ungu siap diaplikasikan.

          Cara Pengaplikasian Pupuk dasar Terong ungu:
          • Pupuk dasar Terong ungu bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
          • Takaran pupuk dasar terong ungu berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman terong ungu dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk dasar : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).
          • Di usia 2 minggu setelah tanam, aplikasikan kembali pupuk dasar terong ungu sebanyak 0,5 kg per tanaman dengan cara dibenamkan jarak 5-7cm dari tanaman.

          2. Saat Bibit Terong Ungu Disemai
          Rendam biji/bibit terong ungu selama 24 jam dalam 1 tutup botol (15ml) Pupuk Hayati M-BIO yang telah dicampur dengan 1 liter air. Tahap ini merupakan tahap yang jangan sampai terlewatkan karena Pupuk hayati M-Bio mampu meningkatkan daya tahan tanaman terong ungu sejak dini / saat masih bibit supaya tidak mudah terkena hama/penyakit, merangsang pertumbuhan akar lebih panjang dan banyak, batang lebih kuat, tidak mudah layu dan saat pindah tanam lebih tahan stress, pertumbuhan benih lebih cepat dan seragam. Setelah bibit dibenamkan dalam lubang semai, siramkan larutan M-BIO bekas merendam bibit ke media penyemaian.

          3. Saat Pindah Tanam
          Setelah bibit terong ungu disemai, saat tanaman terong setidaknya memiliki 4 helai daun, bibit sudah siap dipindah tanam ke lahan luas / pot. 1 hari sebelum benih ditanamkan, semprot lahan tanam / media tanam dalam pot dengan larutan M-BIO konsentrasi 7 tutup botol (105 ml) M-BIO / 14 liter air. Hal ini diperlukan supaya mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati M-BIO bekerja secara aktif dalam meningkatkan kemampuan media tanam untuk menyediakan unsur hara yang diperlukan bagi tanaman.

          4. Pengecoran Tanaman Terong Ungu
          Setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan Pupuk hayati M-BIO konsentrasi 1 liter M-BIO / 150 liter air ke lubang akar untuk memaksimalkan proses pertumbuhan tanaman, menyuburkan tanah dan membuat bahan-bahan organik yang ada dalam tanah jadi lebih mudah diserap oleh tanaman. Biasanya pengecoran terong ungu membutuhkan ± 2 liter/ha pupuk hayati M-BIO tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah.

          5. Pupuk Susulan
          Saat tanaman terong ungu berumur 2 minggu setelah tanam, sebagai pupuk susulan pertama: aplikasikan pupuk dasar terong ungu sebanyak 0,5kg untuk setiap tanaman. Setelahnya, tanaman terong ungu membutuhkan pupuk susulan kedua yang diaplikasian setiap 15 hari sekali setelah pemupukan susulan pertama. Pupuk susulan kedua diberikan setidaknya setelah tanaman terong ungu menghasilkan bunga, simak cara pembuatannya dibawah ini.
          Bahan-bahan:
          - Air Kencing hewan (Sapi / kuda / kelinci / dll): 50 liter
          - Sabut kelapa: 60 kg
          - tanaman sisa panen / rumput liar / azolla: 35 kg
          - Gula merah / gula putih: 1 kg
          - Air: 100 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

          Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air kencing hewan di dalam drum / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
          • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
          • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

          Cara Penggunaan Pupuk susulan II Terong ungu:
          • Setiap satu liter pupuk susulan ke-2 untuk tanaman terong ungu harus dicampur dengan 5 - 10 liter air.
          • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
          • Setiap 15 hari sekali, kocorkan pupuk terong ungu ini ke dalam lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Atau bisa juga disemprotkan ke tanaman dan atau di atas tanah menggunakan sprayer.
          • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, bisa dipakai sebagai pupuk padat tanaman lain.

          Apa itu Pupuk Hayati M-BIO dan Manfaatnya sebagai pupuk Terong Ungu 

           pupuk terong ungu
          Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
          Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang dibuat dari formula khusus dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.

          Pupuk hayati M-BIO bukanlah pupuk organik yang mampu menyediakan unsur hasa bagi tanaman, namun jika Pupuk Hayati M-BIO dicampur dengan bahan-bahan organik kemudian diproses secara fermentasi, dapat menghasilkan pupuk terong ungu organik yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30% dan penggunaan pupuk anorganik / pupuk kimia dapat ditinggalkan, selain itu penggunaan pupuk ini tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanah maupun pada tanaman. Berikut keunggulan Pupuk Hayati M-BIO lainnya:
          1. Mengikat Nitrogren udara
          2. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
          3. Melarutkan zat-zat anorganik (P, Ca, Mg dan lainnya) dan zat-zat / senyawa organik (gula, amino, alkohol, asam organik), meningkatkan humus tanah dan memperbaiki sifat tanah.
          4. membentuk senyawa anti bakteri, ester, anti oksidan (mencegah O2 yang berasosiasi dengan penyakit tertentu dari tanaman, hewan ataupun manusia) dan beberapa senyawa yang merangsang pertumbuhan tanaman.
          5. Menyuburkan dan memperbaiki sifar fisika, kimia dan biologi tanah.

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
           cara pemesanan m-bio pupuk terong ungu
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Pupuk Terong Ungu ))*


          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio