Pupuk Hayati M-Bio porasi

Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio porasi. Tlp 085-323-179-112

Rabu, 05 September 2018

 cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga yang dapat anda lakukan di rumah, jika anda ingin membuat pupuk organik padat dari limbah rumah tangga baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Padat sebagai referensi. Sebelum membahas cara serta proses pembuatannya, Apakah anda dapat membedakan mana yang dapat digolongkan menjadi limbah rumah tangga dan mana yang tidak? Limbah rumah tangga dalam cara membuat pupuk organik cair ini adalah segala sesuatu yang berasal dari makhluk hidup seperti sisa sayuran, potongan tulang, buah-buahan beserta kulitnya, atau sisa bumbu dapur yang sudah tidak layak dikonsumsi. Kulit / cangkang telur juga bisa dijadikan pupuk namun lebih cocok dibuat untuk pupuk organik padat. Simak cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga dibawah ini,
Bahan-bahan:
- Sampah Rumah tangga: 1 kg
- Rerumputan hijau: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air / air rebusan telur / air cucian beras: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, & air / air cucian beras / air rebusan telur di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan sampah organik yang sudah dicacah setengah halus ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk organik cair dari limbah rumah tangga:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 1 atau 2 minggu sekali, kocorkan Pupuk organik cari dari limbah rumah tangga ini ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair boleh disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang dan daun menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Faktor Penting yang Menentukan Berhasil atau Gagalnya 
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga
Hal yang sangat menentukan keberhasilan proses cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga adalah jumlah air, jumlah bahan organik, ada tidaknya gula / molases serta cukup tidaknya mikroba pengurai yang bertugas untuk mendekomposisi bahan organik. Dan patut dipahami bahwa ada tidaknya mikroba pengurai merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembuatan pupuk organik cair, pasalnya renik-renik ukuran mikro inilah yang bekerja secara aktif menguraikan, mengikat serta melarutkan unsur hara terkandung dalam bahan organik yang mentah menjadi unsur hara siap diserap / tersedia bagi tanaman. Normalnya, mikroba-mikroba tersebut sudah ada dalam tanah dan dalam bahan organik itu sendiri, namun karena banyaknya petani yang menggunakan pupuk anorganik sebagai pupuk utama, kebanyakan mikroba baik tersebut kehilangan tempat hidup dan mati, yang kemudian menyebabkan pembuatan pupuk organik cair jadi sangat lama, gagal dan/atau menghasilkan sedikit unsur hara / nutrisi dari yang semestinya. 

cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga secara fermentasi dengan bantuan pupuk mikrobiologis m-bio
Paten No. P 20000939 / S 20000204
Namun jangan khawatir, kini kami persembahkan Pupuk Hayati M-BIO yang merupakan pupuk mikrobiologis kualitas premium khusus bagi petani organik yang ingin kembali ke pertanian bebas kandungan kimia berbahaya yang banyak terkandung dalam pupuk anorganik kebanyakan. Pupuk Hayati M-BIO telah teruji mampu mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga hingga hanya 7 hari saja!! (normalnya 15 - 45 hari tanpa fermentasi). 

Hal itu disebabkan karena pupuk hayati M-BIO mengandung mikroba majemuk diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp; Mikroba-mikroba tersebut mampu mengikat N, melarutkan P & K secara fermentasi dalam cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga menjadi pupuk organik matang dengan kandungan unsur hara N, P, K yang tersedia bagi tanaman. Selain itu, hasil fermentasinya (asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein, dan asam lainnya) mudah diserap oleh tanaman sehingga penyerapan nutrisi sangat efektif untuk menunjang kebutuhan nutrisi tanaman disetiap vase pertumbuhannya. Tak hanya disitu, pupuk hayati M-BIO ternyata juga mampu menghasilkan berbagai enzim dan hormon (Auksin, Giberelin, & Sitokinin) sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman, bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan daun dan ranting, merangsang pembentukan bunga dan buah serta meningkatkan kualitas rasa buah tanaman.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga dan cara pemesanan pupuk hayati m-bio via JNE
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Selasa, 14 Agustus 2018

 pupuk hidroponik buatan sendiri
Berikut ini pupuk hidroponik buatan sendiri yang bisa anda racik dan uji coba di rumah! Cara mengolah bahan organik seadanya hingga menjadi pupuk hidroponik buatan sendiri, tidak berbeda dengan cara membuat porasi cair. Anda dapat mengumpulkan berbagai bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar rumah seperti ranting pohon, dedaunan, sampah organik rumah tangga, air rebusan telur, air cucian beras,  atau membeli kotoran hewan apa saja ke tetangga. Pasalnya, proses pemberian dan/atau pembuatan pupuk hidroponik buatan sendiri sifatnya sama dengan mengembalikan bahan alami ke alam, jangan takut meracik serta menguji cobakan pupuk hidroponik buatan sendiri karena pupuk organik cair ini sangat aman untuk tanaman, tidak menyebabkan tanaman layu ataupun mendadak mati, seperti halnya yang terjadi pada pupuk anorganik apabila salah dalam cara pengaplikasian serta salah dosis pemakaiannya. Berikut ini bagaimana proses pengolahan pupuk hidroponik buatan sendiri:
Bahan-bahan:
- Kotoran hewan basah: 1 kg
- Sampah organik rumah tangga: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air cucian beras: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air cucian beras di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu pupuk hidroponik buatan sendiri siap diaplikasikan.

Cara pengaplikasian:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 3-7 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu pupuk hidroponik buatan sendiri agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak mengganggu aliran air hidroponik.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dipakai sebagai pupuk padat tanaman kebun.

Manfaat Pupuk Hayati M-BIO untuk Tanaman Hidroponik

pupuk hidroponik buatan sendiri kombinasi dengan pupuk hayati m-bio secara fermentasi
1 ltr cukup untuk 150-200 ltr air dalam Pupuk Hidroponik
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Tanaman yang cocok ditanam secara hidroponik diantaranya: sawi hijau, kailan, selada hijau, buncis, pare, pakcoy, bayam, kangkung, timun, brokoli, tomat, cabe, terong, strawberry, dll. 

Karena sistem hidroponik menggunakan air sebagai media tanam utama, ada banyak mikroba / renik-renik yang seharusnya ada dan mendukung perakaran dalam menyerap unsur hara / nutrisi, tidak tersedia pada air. Karena itu, pengaplikasian Pupuk Hayati M-BIO setiap 1 minggu sekali dengan dosis 1 tutup botol (15 ml) / 2 liter air bersih dapat membantu memaksimalkan penyerapan nutrisi serta membantu mempercepat tanaman menyebarkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Pupuk Hayati M-BIO adalah pupuk mikrobiologis yang terdiri dari mikroba majemuk seperti: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Pupuk Hayati M-BIO juga mengandung hormon perangsang tumbuh (hormon ZPT) diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan tanaman dalam membentuk daun, bunga dan buah serta mencegah kerontokannya. Berikut beberapa keunggulan yang diberikan Pupuk Hayati M-BIO dalam proses pengobatan pupuk hidroponik buatan sendiri:
  1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman hidroponik
  2. Meningkatkan efisiensi pemupukan yang berkelanjutan
  3. Meningkatkan hasil panen tanaman hidroponik
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit / hama
  5. Mempercepat proses dekomposisi pupuk hidroponik buatan sendiri (7 hari)

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
pupuk hidroponik buatan sendiri - cara pembelian m bio porasi
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Pupuk Hidroponik Buatan Sendiri ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Selasa, 31 Juli 2018

 cara membuat pupuk organik padat
Bagi anda yang masih belum paham mengenai cara membuat pupuk organik padat, simak bagaimana cara, proses pembuatannya serta penjelasan lengkap mengenai pupuk organik padat itu sendiri dibawah ini (Simak juga: Cara membuat pupuk organik cair). Pupuk organik padat adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik dengan hasil akhir berbentuk padat. Pemakaian pupuk organik pada umumnya dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah tanpa perlu dilarutkan dalam air. Pupuk organik padat dimasukkan dalam 3 kategori yaitu:
  1. Berdasarkan bahan penyusunnya maka pupuk organik merupakan pupuk alam.
  2. Berdasarkan cara pemberiannya termasuk dalam pupuk akar karena pemberian haranya melalui akar
  3. Berdasarkan kandungannya termasuk pupuk majemuk dan pupuk pelengkap, karena kandungan hara-nya lebih dari satu unsur makro (N,P,K) dan unsur mikro (Ca, Fe dan Mg).

Manfaat pupuk organik padat
Manfaat secara kimia
  1. Meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Pupuk organik padat menyumbang sekitar 50% untuk Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah (KTK berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah). Selain itu, pupuk organik padat juga berpengaruh dalam peningkatan kapasitas penyangga di dalam tanah sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik meskipun dalam kondisi yang tidak mendukung seperti tingkat keasaman yang tinggi ataupun kondisi tanah yang tidak sesuai untuk jenis tanaman yang ditanam.
  2. Melancarkan penyerapan nutrisi yang ada pada tanah oleh tumbuhan. Dekomposisi atau mineralisasi zat-zat nutrisi pada bahan organik menghasilkan berbagai macam nutrien. Contohnya fosfor, sulfur, nitrogen, pottasiun dan nutrisi mikro makro dengan berbagai ukuran.
  3. Sebagai parameter dalam menentukan tingkat kesuburan tanah. Jumlah tinggi kadar bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah mengindikasi bahwa tanah tersebut relatif subur. Tetapi sebaliknya, apabila kadar bahan-bahan organik tersebut mengalami penurunan maka tingkat kesuburan tanah juga berkurang.

Manfaat Secara Biologi
Mikroorganisme tanah membutuhkan karbon sebagai sumber energi utama. Oleh karena itu, menambahkan pupuk organik padat yang mengandung karbon yang tinggi dapat menambah eksistensi mikroorganisme. Tanah yang disuburkan menggunakan dedaunan, limbah roti, pupuk hijau atau bahan lainnya dapat meningkatkan proses berkembang biaknya cacing tanah dan mengurangi pertumbuhan nematode di dalam tanah.

Manfaat Secara Fisika
Serat yang terkandung pada bahan-bahan organik sangat mempengaruhi tingkat kandungan pada fisik tanah. Karena tanah mengalami perubahan pada strukturnya, tingginya kandungan karbon dapat merangsang tumbuhnya misellium yang dapat meningkatkan agregat tanah dan juga aerasi tanah. Selain itu, misellium pada tanah berpasir akan meningkatkan daya ikat air dan juga nutrisi pada tanah. Pada saat musim dingin, bahan organik yang ada pada tanah dapat menyerap panas serta menjaga suhu tanah pada level yang tinggi untuk pertumbuhan akar.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat
Bahan-bahan:
- Rerumputan / tanaman sisa panen / azolla: 40 kg
- Kotoran hewan: 30 kg
- Limbah roti / buah / daun / ampas tebu: 30 kg
- Dedak / bekatul / abu kayu / serbuk gergaji: 5 kg
- Gula merah / gula putih: 100 gr
- Air bersih: ± 5 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 100 ml

 Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata kotoran hewan, dedak dan bahan organik lain yang sudah dicacah kasar menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran kotoran hewan, sampai kandungan air dalam adonan mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak ada air menetes dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk organik padat siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk organik padat:
  • Pupuk organik padat fermentasi ini bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
  • Takaran pupuk organik padat berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk organik padat : 2 sekop media tanam.

Keunggulan Pupuk Hayati M-BIO dalam Cara Membuat Pupuk Organik Padat Secara Fermentasi

1 liter M-BIO cukup untuk 1 ton bahan organik
Pupuk Hayati M-BIO adalah jenis pupuk mikrobiologis yang berisi mikroba majemuk aktif diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Mikroba-mikroba tersebut tidak berperan layaknya pupuk organik yang mampu menyediakan unsur hara / nutrisi bagi tanah maupun tanaman, namun merupakan mahluk hidup berukuran sangat kecil yang bekerja secara aktif dalam mendekomposisi bahan-bahan organik, mengikat N, melarutkan fosfor dan pottasium yang berukuran besar menjadi unsur hara P & K yang tersedia dan siap diserap oleh tanaman. Atau lain katanya menjadikan bahan organik mentah dalam cara membuat pupuk organik padat secara fermentasi menjadi pupuk organik matang yang kaya akan unsur hara bagi tanaman, pupuk hayati M-BIO juga berperan penting dalam mempermudah tanaman dalam menyerap unsur hara yang tersedia serta mengedarkannya ke seluruh bagian tanaman.

Tak hanya itu, Pupuk Hayati M-BIO juga mengandung serta mampu merangsang pembentukan hormon perangsang tumbuh (hormon ZPT) diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan tanaman. Berikut ini beberapa keunggulan lain dari Pupuk Hayati M-BIO dalam cara membuat pupuk organik padat:
  • Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi (Hanya 7-10 hari)
  • Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme dalam Pupuk Hayati M-BIO berfungsi sebagai penambat N, karena tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara. Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan penambat kalium, juga mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi pupuk organik hasil fermentasi yang lebih mudah diserap oleh tanaman.
  • Aktivitas mikroorganisme dari Pupuk Hayati M-BIO membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
  • Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman yang menjadi sumber hama / penyakit. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan berkembangnya organisme patogen semakin kecil.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat pupuk organik padat
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Padat ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Minggu, 15 Juli 2018

cara membuat pupuk organik cair Nitrogen Fosfor Kalium
Postingan kali ini akan kami jelaskan dengan simple Cara Membuat POC NPK sederhana namun sarat kandungan unsur hara yang tidak kalah dengan pupuk anorganik yang dijual di pasaran. Meskipun proses pembuatannya simpel dan bahan baku organiknya mudah didapat di lingkungan sekitar rumah, POC NPK yang dibuat akan memiliki kualitas serta kandungan NPK yang membandingi pupuk anorganik yang harganya makin melangit. Untuk dapat tumbuh, tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P) dan kalium (K).
Fungsi Nitrogen (N) bagi Tanaman :
  • Untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun.
  • Untuk pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis.
  • Untuk membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

Fungsi Fospor (P) bagi Tanaman :
  • Unsur fosfor (P) bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, berguna untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu, membantu asimilasi dan pernapasan, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta mempercepat pemasakan biji dan buah.

Fungsi Kalium (K)  bagi Tanaman :
  • Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula.
  • Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Juga merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan serangan penyakit.
  • Membantu pengankutan gula dari daun ke buah atau umbi.

Cara Membuat POC NPK secara Fermentasi
Hal yang paling mempengaruhi berhasil tidaknya cara membuat POC NPK tidak hanya komposisi bahan-bahan organik-nya namun juga tersedia tidaknya mikroba pengubah unsur hara tidak tersedia menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman, serta langkah yang tepat dalam proses pembuatannya. Biasanya atau lumrahnya, cara membuat POC NPK membutuhkan waktu setidaknya 30 - 45 hari, hal ini dikarenakan kurangnya mikroba pengikat N dan pengurai P & K sehingga proses dekomposisi berlangsung sangat lama. 

Namun hal tersebut bukanlah masalah lagi, karena kini sudah ada Pupuk Hayati M-BIO yang merupakan pupuk mikrobiologis / pupuk berisi mikroba hidup diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp; yang telah teruji keunggulannya dalam mendekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi baik untuk POP (Pupuk Organik Padat) maupun untuk pembuatan POC (Pupuk Organik Cair). Pupuk Hayati M-BIO merupakan pupuk berstandar tinggi yang sudah dipatenkan dalam Paten No. P 20000939 / S 20000204 serta sudah mendapatkan izin resmi Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015 sebagai Pupuk Terbaik baik dalam pertanian juga pelopor pelestari lingkungan. Berikut ini keunggulan yang mampu diberikan pupuk hayati M-BIO dalam cara membuat POC NPK: 
 cara membuat POC NPK
1 liter cukup untuk 150 - 200 liter air dalam POC
  1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi (± 7 hari)
  2. Melarutkan P & K yang tidak tersedia menjadi bentuk P & K yang tersedia bagi tanaman.
  3. Mengikat Nitrogren udara
  4. Hasil fermentasinya (asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein, dan asam lainnya) mudah diserap oleh tanaman.
  5. Kandungan nutrisinya lebih tinggi daripada kompos
  6. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon (Auksin, Giberelin, & Sitokinin) sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
  7. Meningkatkan efisiensi permupukan yang berkelanjutan.
  8. Tidak meninggalkan residu negatif seperti gas dan panas, seperti yang terjadi pada proses pembuatan kompos biasa.

Cara Membuat POC N (Nitrogen)
Bahan-bahan:
- Rerumputan hijau / sisa sayuran hijau: 1 kg
- Daun-daunan hijau: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air / air kelapa: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air kelapa / air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair N siap diaplikasikan.

Cara Membuat POC P (Fosfor)
Bahan-bahan:
- Batang & bonggol pisang: 1 kg
- Buah-buahan / bunga-bungaan: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air / air cucian beras: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, & air cucian beras / air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair P siap diaplikasikan.

Cara Membuat POC K (Kalium)
Bahan-bahan:
- Daun kering / kulit buah-buahan: 1 kg
- Sabut kelapa: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air: 3 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, & air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah kasar ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair K siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian POC NPK untuk tanaman
Setiap tanaman membutuhkan jumlah NPK yang berbeda-beda di setiap vase pertumbuhannya, ada yang membutuhkan POC N saja seperti tumbuhan sayuran hijau, ada juga yang membutuhkan POC NPK seimbang di awal tanam serta ada yang membutuhkan POC PK saja seperti tanaman umbi / buah supaya ukuran buah / umbinya besar & rasanya manis. Karena itu, pastikan konsistensi POC yang hendak diaplikasikan dalam takaran yang benar dan jangan takut untuk ujicoba hingga mendapatkan hasil yang memuaskan seperti yang diinginkan. Cara Membuat POC NPK yang dijelaskan diatas adalah 100% pupuk organik sehingga aman diaplikasikan sesering mungkin pada tanaman, tidak meninggalkan residu negatif serta tidak merusak daun / batang seperti halnya pupuk anorganik. Berikut cara pengaplikasian POC NPK yang perlu anda pahami:
  1. Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  2. Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  3. Setiap 1 atau 2 minggu sekali, kocorkan POC ini ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  4. Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair boleh disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang dan daun menggunakan sprayer.
  5. Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat POC NPK - pemesanan m-bio
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat POC NPK ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Minggu, 03 Juni 2018

penjelasan lengkap mengenai cara membuat pupuk organik cair sederhana
Berikut ini cara membuat pupuk organik cair sederhana yang bisa anda buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di dapur dan sekeliling rumah. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan mendapatkan panen yang memuaskan, tanaman membutuhkan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar / pupuk utama dan dapat ditambah dengan pupuk organik cair untuk memaksimalkan proses pertumbuhan, merangsang pembentukan bunga dan buah. Sebelum dibahas lebih lanjut, berikut kegunaan dan mafaat pupuk organik cair (Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya, 2007): 
  1. Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara 
  2. Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 
  3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 
  4. Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah
  5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana 
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam cara membuat pupuk organik cair sederhana adalah pastikan bahan-bahan organik tidak mengandung minyak / oli / pupuk anorganik / bahan kimia dalam bentuk apapun, bila perlu bahan organik boleh dicuci bersih dengan air terlebih dahulu. Pupuk organik cair sederhana yang akan dijelaskan dalam postingan kali ini adalah pupuk organik cair yang mengandung unsur hara NPK lengkap sehingga cocok diaplikasikan untuk tanaman sayur maupun tanaman bunga dan buah, bila perlu bahan organik boleh diganti dan/atau disesuaikan unsur hara-nya menyesuaikan jenis tanaman yang dimiliki.
Bahan-bahan:
- Air cucian beras / air kelapa / air kencing hewan: 1 liter
- Rerumputan hijau / batang pohon pisang / buah-buahan: 1 kg
- Sabut kelapa / sisa sayuran mentah / kulit buah-buahan: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air: 2 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, air kencing hewan / air cucian beras / air kelapa & air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair sederhana siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk organik cair sederhana:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 2 minggu sekali, kocorkan pupuk organik cair sederhana ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair sederhana disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang, daun dan buah muda menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Peran Penting Pupuk Hayati M-BIO 
dalam Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana
Pupuk Hayati M-BIO dibuat dari formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp.; juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk mikrobiologis / pupuk biofertilizer / pupuk hayati M-BIO adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer (bagian dalam dari tanaman) dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.

 cara membuat pupuk organik cair sederhana
1 liter M-BIO cukup untuk 150 - 200 liter air dalam POC
Pupuk hayati M-BIO seringkali dianggap sebagai pupuk organik namun anggapan tersebut tidak benar, dalam Permentan No.2 tahun 2006 disebutkan bahwa pupuk hayati digolongkan ke dalam pembenah tanah organik. Seperti yang telah diketahui aplikasi pupuk kimia yang berlebih dan terus menerus dapat membawa dampak negatif terhadap kondisi tanah dan lingkungan. Namun kenyataannya, pertanian modern sangat bergantung pada penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida untuk meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, TELAH HADIR SOLUSI TERBAIK YAITU PUPUK HAYATI M-BIO yang mengandung mikroba majemuk sebagai alternatif / pengganti penggunaan pupuk kimia. 

Pupuk hayati M-BIO bukanlah pupuk biasa yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah namun melalui aktifitas mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk mikrobiologis tersebut. Karenanya adanya bahan-bahan organik menjadi poin penting efektif tidaknya penggunaan pupuk hayati M-BIO bagi tanaman dan tanah. Terdapat dua peran utama pupuk hayati dalam budidaya tanaman, yakni sebagai pembangkit kehidupan tanah (soil regenerator), penyubur tanah kemudian tanah dan penyedia nutrisi tanaman (Feeding the soil that feed the plant). Mikroorganisme yang terdapat dalam Pupuk Hayati M-BIO bermanfaat untuk:
  • Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara. Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan penambat kalium, juga mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi pupuk organik hasil fermentasi yang lebih mudah diserap oleh tanaman.
  • Aktivitas mikroorganisme membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
  • Menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
  • Mengeluarkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diperlukan tanaman.
  • Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman yang menjadi sumber hama / penyakit. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan berkembangnya organisme patogen semakin kecil.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat pupuk organik cair sederhana
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Kamis, 17 Mei 2018

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing baik yang padat maupun cair. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, dibandingkan memakai pupuk anorganik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan tanah; alangkah baiknya kita mulai mengolah bahan-bahan organik yang mudah ditemukan disekitar kita untuk dijadikan pupuk. Pupuk organik tidak hanya mudah dibuat, namun dapat meningkatkan efisiensi pemupukan jangka panjang dengan kata lain setelah panen pertama, tanah masih mampu ditanami dengan tanaman lain karena tinggalan / sisa pupuk organik dari pemupukan sebelumnya masih kaya unsur hara serta membuat media tanam lebih gembur. Dalam postingan kali ini akan kami bahas cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing yang sangat mudah, bahkan anda yang tidak pernah membuatnya 'pun dapat melakukan uji coba sendiri di rumah. 

Cara Membuat Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing
Bahan-bahan:
- Kotoran kambing: 700 kg
- Tanaman sisa panen / sisa pakan kambing: 300 kg
- Dedak / bekatul / abu kayu / serbuk gergaji: 50 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air bersih: ± 50 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

 Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata kotoran kambing, tanaman sisa panen / sisa pakan kambing & dedak / abu menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran kotoran hewan, sampai kandungan air dalam adonan mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak ada air menetes dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk organik dari kotoran kambing siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk organik dari kotoran kambing:
  • Pupuk kandang hasil fermentasi ini bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
  • Takaran pupuk organik dari kotoran kambing berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk organik dari kotoran kambing : 2 sekop media tanam.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kotoran Kambing
Bahan-bahan:
- Urine kambing: 50 liter
- Kotoran kambing: 70 kg
- Tanaman sisa panen / rumput / buah-buahan: 30 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: 100 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air kencing hewan di dalam drum yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik dari kotoran kambing siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk organik cair dari kotoran kambing:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 2 minggu sekali, kocorkan pupuk organik cair dari kotoran kambing ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Fungsi & Manfaat Pupuk Hayati M-BIO dalam Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing

 cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
Pupuk Biofertilizer / Pupuk Hayati M-BIO dibuat dari formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan dalam cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Dengan isi 1 liter cukup untuk membuat pupuk organik padat dari 1 ton bahan organik atau dalam pembuatan pupuk organik cair dengan 150 - 200 liter air, HARGA TERJANGKAU MANFAAT MAKSIMAL!

Seperti yang telah diketahui bahwa kotoran kambing maupun urine kambing tidak bisa diaplikasikan langsung pada tanaman karena adanya kandungan gas / amonia, kumpulan bakteri patogen serta berbagai unsur hara makro & mikro yang masih mentah; disinilah pentingnya penggunaan pupuk hayati M-BIO. Dengan pengolahan kotoran kambing yang dicampur dengan pupuk hayati M-BIO secara fermentasi, mikroba-mikroba hidup yang ada dalam pupuk hayati M-BIO mampu bekerja secara aktif mengikat N, melarutkan P & K serta menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit bagi tanaman sehingga menghasilkan pupuk organik yang kaya akan unsur hara. Selain itu, hasil fermentasi bahan organik tsb lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga tanaman mampu mendapatkan serapan nutrisi yang diperlukan.

Tak kalah dari manfaat yang diberikan oleh bakteri / mikroba lainnya, bakteri Azotobacter adalah species rizobakteri yang dikenal sebagai agen penambat nitrogen yang mengkonversi dinitrogen (N2) ke dalam bentuk ammonium (NH3), yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi. (Wedhastri,2002). Karena itulah proses cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing yang dikombinasikan dengan pupuk hayati M-BIO dapat diproses lebih cepat (hanya 7-10 hari) dibandingkan proses pembuatan pupuk kandang maupun pupuk organik cair biasa / tanpa fermentasi (15 - 45 hari). Berikut beberapa manfaat lain yang diberikan oleh Pupuk hayati M-BIO dalam proses pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing:
  1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi.
  2. Mengikat Nitrogren, melarutkan P yang tidak tersedia menjadi bentuk P yang tersedia bagi tanaman.
  3. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
  4. Meningkatkan efisiensi pemupukan yang berkelanjutan
  5. Meningkatkan hasil panen tanaman
  6. Menekan bau busuk.

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
          cara membuat pupuk organik dari kotoran kambing dengan pupuk hayati m-bio
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kambing ))*

          pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
          mbioporasi
          Telegram ID:
          @mbioporasi

          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

          Kamis, 12 April 2018

          Pelajari disini cara membuat pupuk kandang fermentasi yang praktis, mudah dan terbukti mampu menghasilkan pupuk kandang kualitas terbaik bagi tanaman. Seperti yang telah diketahui, penggunaan kotoran hewan sebagai pupuk mampu memperbaiki sifat kimia-biologi-fisika tanah, memperbaiki kesuburan tanah dan mengembalikan struktur tanah yang telah rusak oleh kontaminasi pupuk kimia. Unsur hara yang ada dalam kotoran hewan tidak tersedia begitu saja bagi tanaman, selain itu juga mengandung biji-bijian, gulma, bakteri pembawa penyakit dan parasit mikroorganisme yang dapat membahayakan hewan atau manusia. Karena itulah kotoran hewan tidak boleh langsung dibenamkan di sekitar tanaman, sebab malah dapat menyebabkan tanaman layu & mati. 

          Disinilah pentingnya mengolah kotoran hewan secara fermentasi, selain prosesnya lebih cepat, unsur hara yang dihasilkan 'pun terbukti lebih banyak & lebih mudah diserap oleh tanaman. Simak cara membuat pupuk kandang fermentasi dibawah ini,
          Bahan-bahan:
          - Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / dll): 1 ton
          - Dedak / bekatul / abu kayu / serbuk gergaji: 50 kg
          - Gula merah / gula putih: 1 kg
          - Air bersih: ± 50 liter
          - Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

           Pembuatan:
          • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
          • Campur rata kotoran hewan & dedak / abu menggunakan sekop.
          • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran kotoran hewan, sampai kandungan air dalam adonan mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
          • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
          • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
          • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
          • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk kandang fermentasi siap diaplikasikan.

          Cara Pengaplikasian Pupuk kandang fermentasi:
          • Pupuk kandang fermentasi bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
          • Takaran pupuk kandang fermentasi berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk kandang fermentasi : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).

          Peran Penting Pupuk Biofertilizer M-BIO 
          dalam Cara Membuat Pupuk Kandang Fermentasi

          Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer dengan formula khusus berisi mikroba majemuk menguntungkan baik untuk tanaman maupun tanah diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Kumpulan mikroba-mikroba hidup tersebut apabila dicampurkan pada kotoran hewan atau bahan organik lainnya mampu mengubah bahan-bahan organik tersebut secara fermentasi menjadi pupuk organik kaya unsur hara yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain mampu menekan bau tidak sedap yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri yang ada dalam kotoran hewan juga gas yang dihasilkan dalam proses pembuatan pupuk kandang, Pupuk Hayati M-BIO mampu memproses bahan organik secara fermentasi lebih cepat (7 - 10 hari) dibandingkan pembuatan pupuk kandang biasa (1 - 2 bulan).

           cara membuat pupuk kandang fermentasi
          Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
          Di dalam Pupuk Hayati M-BIO terdapat kandungan Bakteri Azotobacter yang terbukti sangat bermanfaat dalam cara membuat pupuk kandang fermentasi. Mikroba ini adalah mikroba species rizobakteri yang dikenal sebagai agen penambat nitrogen yang mengkonversi dinitrogen (N2) ke dalam bentuk ammonium (NH3), yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi. Azotobacter diketahui pula mampu mensintesis substansi yang secara biologis aktif dapat meningkatkan perkecambahan biji, tegakan dan pertumbuhan tanaman seperti vitamin B, asam indol asetat, giberelin dan sitokinin. Bakteri Azotobacter yang diaplikasikan pada tanah pertanian akan terus mempersubur tanah karena bakteri tersebut akan semakin banyak jumlahnya di dalam tanah dan terus bekerja memfiksasi nitrogen dan menaikkan biomassa tanaman pertanian 

          Pertanyaannya, mengapa harus fermentasi? Fermentasi, secara umum adalah proses produksi energi dalam sel tanpa oksigen (anaerobik). Dalam proses fermentasi, terjadi perkembangbiakan mikroorganisme yang mampu menghasilkan mikroorganisme yang lebih banyak serta hasil metabolisme yang menghasilkan enzim-enzim pertumbuhan yang bermanfaat bagi tanaman. Inilah mengapa pupuk kandang fermentasi mampu memberikan efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dibanding pupuk kandang yang diproses tanpa fermentasi. 

          DAPATKAN SEKARANG!!
          Diskon 10% untuk 1 btl pertama
          Info Lengkap Harga dan Pemesanan
           cara membuat pupuk kandang fermentasi pemesanan
          Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
          Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

          *(( Cara Membuat Pupuk Kandang Fermentasi ))*

          Line ID:
          mbioporasi
          Telegram ID:
          @mbioporasi

          Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio