Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio porasi. Tlp 085-323-179-112

Minggu, 03 Juni 2018

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana

penjelasan lengkap mengenai cara membuat pupuk organik cair sederhana
Berikut ini cara membuat pupuk organik cair sederhana yang bisa anda buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di dapur dan sekeliling rumah. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan mendapatkan panen yang memuaskan, tanaman membutuhkan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar / pupuk utama dan dapat ditambah dengan pupuk organik cair untuk memaksimalkan proses pertumbuhan, merangsang pembentukan bunga dan buah. Sebelum dibahas lebih lanjut, berikut kegunaan dan mafaat pupuk organik cair (Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya, 2007): 
  1. Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara 
  2. Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 
  3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 
  4. Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah
  5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana 
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam cara membuat pupuk organik cair sederhana adalah pastikan bahan-bahan organik tidak mengandung minyak / oli / pupuk anorganik / bahan kimia dalam bentuk apapun, bila perlu bahan organik boleh dicuci bersih dengan air terlebih dahulu. Pupuk organik cair sederhana yang akan dijelaskan dalam postingan kali ini adalah pupuk organik cair yang mengandung unsur hara NPK lengkap sehingga cocok diaplikasikan untuk tanaman sayur maupun tanaman bunga dan buah, bila perlu bahan organik boleh diganti dan/atau disesuaikan unsur hara-nya menyesuaikan jenis tanaman yang dimiliki.
Bahan-bahan:
- Air cucian beras / air kelapa / air kencing hewan: 1 liter
- Rerumputan hijau / batang pohon pisang / buah-buahan: 1 kg
- Sabut kelapa / sisa sayuran mentah / kulit buah-buahan: 0,5 kg
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sendok makan muncung)
- Air: 2 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 tutup botol (15 ml)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, air kencing hewan / air cucian beras / air kelapa & air di dalam toples besar / ember cat yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan pupuk organik cair sederhana siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk organik cair sederhana:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 2 minggu sekali, kocorkan pupuk organik cair sederhana ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman menggunakan sprayer.
  • Untuk tanaman hidroponik pupuk organik cair sederhana disiramkan ke dalam media air dan sebagian lagi disemprotkan ke bagian batang, daun dan buah muda menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk organik cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di sekitar tajuk tanaman di hari selanjutnya.

Peran Penting Pupuk Hayati M-BIO 
dalam Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana
Pupuk Hayati M-BIO dibuat dari formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp.; juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh diantaranya Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk mikrobiologis / pupuk biofertilizer / pupuk hayati M-BIO adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer (bagian dalam dari tanaman) dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.

 cara membuat pupuk organik cair sederhana
1 liter M-BIO cukup untuk 150 - 200 liter air dalam POC
Pupuk hayati M-BIO seringkali dianggap sebagai pupuk organik namun anggapan tersebut tidak benar, dalam Permentan No.2 tahun 2006 disebutkan bahwa pupuk hayati digolongkan ke dalam pembenah tanah organik. Seperti yang telah diketahui aplikasi pupuk kimia yang berlebih dan terus menerus dapat membawa dampak negatif terhadap kondisi tanah dan lingkungan. Namun kenyataannya, pertanian modern sangat bergantung pada penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida untuk meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, TELAH HADIR SOLUSI TERBAIK YAITU PUPUK HAYATI M-BIO yang mengandung mikroba majemuk sebagai alternatif / pengganti penggunaan pupuk kimia. 

Pupuk hayati M-BIO bukanlah pupuk biasa yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah namun melalui aktifitas mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk mikrobiologis tersebut. Karenanya adanya bahan-bahan organik menjadi poin penting efektif tidaknya penggunaan pupuk hayati M-BIO bagi tanaman dan tanah. Terdapat dua peran utama pupuk hayati dalam budidaya tanaman, yakni sebagai pembangkit kehidupan tanah (soil regenerator), penyubur tanah kemudian tanah dan penyedia nutrisi tanaman (Feeding the soil that feed the plant). Mikroorganisme yang terdapat dalam Pupuk Hayati M-BIO bermanfaat untuk:
  • Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara. Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan penambat kalium, juga mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi pupuk organik hasil fermentasi yang lebih mudah diserap oleh tanaman.
  • Aktivitas mikroorganisme membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
  • Menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
  • Mengeluarkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diperlukan tanaman.
  • Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman yang menjadi sumber hama / penyakit. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan berkembangnya organisme patogen semakin kecil.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
cara membuat pupuk organik cair sederhana
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio