Agen Penjualan pupuk hayati M-Bio porasi. Tlp 085-323-179-112

Selasa, 03 April 2018

Simak Cara Pemupukan Cabe terbaik, cocok untuk tanaman cabe dalam pot, polybag maupun ditanam langsung di kebun. Di usia 1 - 30 hari setelah tanam, tanaman cabe masih ada dalam kondisi yang sangat rentan, akar tanaman dan daya hidupnya masih lemah. Pemberian pupuk kimia / anorganik malah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabe karena tidak sesuai dengan nutrisi majemuk yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk yang sesuai adalah pupuk organik matang yang banyak mengandung unsus hara N (nitrogen) untuk mencukupi kebutuhan tanaman cabe akan asam amino atau protein dan karbohidrat untuk proses fotosintesis, mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang) & juga unsur hara P (fosfor)  untuk pertumbuhan benih, akar & pembentukan bunga serta memperkuat batang tanaman cabe agar tidak mudah roboh / rebah saat terkena hujan dan angin. Berikut cara pembuatan pupuk dasar tanaman cabe,
Bahan-bahan:
- Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / dll): 50 kg
- Batang & bonggol pisang: 30 kg
- Rerumputan / tanaman sisa panen / Jerami / eceng gondok: 20 kg
- Dedak / bekatul: 5 kg
- Gula merah / gula putih: 100gr
- Air bersih: ± 5 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata bahan-bahan organik yang telah dicacah menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk dasar tanaman cabe siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk dasar:
  • Pupuk dasar tanaman cabe bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
  • Takaran pupuk dasar tanaman cabe berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk cabe yang ditanam dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk dasar : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).
  • Di usia 2 bulan setelah tanam, aplikasikan kembali pupuk dasar ini sebanyak 0,5 - 1 kg per tanaman dengan cara dibenamkan di kiri - kanan tanaman.

Tanaman Cabe sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di dalam pot / lahan / polybag, sebelum disemai rendamlah bibit cabe di dalam larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 1 tutup botol yang dicampur dengan 1 liter air, hal ini dilakukan supaya kandungan hormon dalam Pupuk Hayati M-BIO meresap sempurna dan bisa bekerja aktif dalam merangsang pembentukan akar dan rambut akar serta melindungi bibit cabe dari serangan penyakit / hama sejak dini. 

Untuk meningkatkan kemampuan tanah / media tanam dalam menyediakan unsur hara majemuk yang dibutuhkan oleh tanaman cabe, 1 hari sebelum ditanam semprotlah tanah semai / media tanam dalam pot / polybag / lahan tanam dengan larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 5 tutup botol dalam 10 liter air. Pupuk Hayati M-BIO mengandung mikroba hidup, dan mikroba-mikroba tersebutlah yang akan mengikat N, melarutkan P & K menjadi unsur hara tersedia yang siap diserap oleh tanaman cabe. Dan setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 1 liter untuk 150 liter air (200 cc untuk setiap tanaman) untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen.

Cara Pemupukan Cabe yang selanjutnya adalah mengaplikasikan pupuk susulan yang banyak mengandung unsur hara P & K ketika tanaman cabe menginjak usia 3 bulan setelah tanam. P (fosfor) yang mampu merangsang pembentukan bunga dan buah, sedangkan K (kalium) yang mampu meningkatkan kualitas buah, merangsang pembesaran buah serta mencegah kerontokan buah serta daun. Simak pembuatan pupuk susulan tanaman cabe dibawah ini,
Bahan-bahan:
- Air Kencing hewan (Sapi / kuda / kelinci / dll): 5 liter
- Air cucian beras: 5 liter
- Kotoran hewan (Ayam / sapi / kambing / dll): 2 kg
- Daun kering / kulit buah / sabut kelapa: 5 kg
- Batang pisang / buah-buahan setengah busuk / daun gugur: 3 kg
- Gula merah / gula putih: 100 gr
- Air: 5 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, air cucian beras, gula & air kencing hewan di dalam ember cat / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk susulan tanaman cabe:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair ini harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, boleh ditambah air bila dirasa terlalu pekat.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 15 hari sekali, kocorkan pupuk susulan tanaman cabe ke lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman cabe dengan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di kanan-kiri tanaman cabe di hari selanjutnya.

Keunggulan Cara Pemupukan Cabe Kombinasi Pupuk Hayati M-BIO
 cara pemupukan cabe
1 liter M-BIO cukup untuk 1 ton pupuk padat

Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang dibuat dari formula khusus dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Mikroba-mikroba tersebut sangat bermanfaat dalam memfermentasi bahan-bahan organik menjadi pupuk organik kaya unsur hara yang lebih banyak dan lebih mudah diserap oleh tanaman cabe. Karena itulah cara pemupukan cabe yang dikombinasikan dengan pupuk hayati M-BIO teruji dan terbukti mampu meningkatkan hasil panen, menurunkan biaya produksi dan penggunaan pupuk anorganik dapat ditinggalkan sama sekali. 

Pupuk Hayati M-BIO juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh yang sangat bermanfaat dalam cara pemupukan cabe diantaranya hormon ZPT Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Berikut ini fungsi / manfaat dari masing-masing Zat Pengatur Tumbuh tersebut dalam cara pemupukan cabe:
  • Merangsang proses perkecambahan biji
  • Merangsang proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
  • Membantu mempercepat pertumbuhan secara keseluruhan.
  • Merangsang pertumbuhan tunas.
  • Merangsang terbentuknya bunga dan buah. 
  • Mampu menyebabkan tanaman cabe berbunga sebelum musimnya
  • Membantu dalam proses pembentukan biji
  • Membantu memperbesar ukuran pada buah cabe
  • Mencegah kerontokan buah.
  • Memperbaiki ukuran pada tumbuhan kerdil.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
 pemesanan m-bio cara pemupukan cabe
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Pemupukan Cabe ))*

Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi

Selasa, 27 Maret 2018

Pupuk Dasar Tanaman Buncis - Bagi petani maupun anda yang hendak menanam buncis di kebun, berikut ini pupuk dasar tanaman buncis yang organik dan cocok dipakai selama masa tanam meski tanpa campuran pupuk anorganik. Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat indeterminate) dan tipe tegak (berbentuk semak dan bersifat determinate). Tanaman buncis membutuhkan unsur hara lengkap baik unsur hara makro maupun mikro, oleh sebab itu penggunaan pupuk organik lebih disarankan dibandingkan pemakaian pupuk anorganik. Selain membutuhkan cukup banyak unsur hara N (nitrogen) dan K (Kalium), tanaman buncis membutuhkan unsur hara P (fosfor) lebih banyak dalam pupuk dasar tanaman buncis supaya pertumbuhan dan hasil panen memuaskan, berikut manfaat kandungan unsur hara P bagi tanaman buncis: 
  1. Merangsang pertumbuhan akar, pembentukan bunga dan buah, 
  2. Dibutuhkan untuk enzim-enzim pernapasan & pembentukan klorofil / warna hijau tanaman, 
  3. Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman buncis 
  4. Memperkokoh tegaknya batang tanaman buncis.

Pupuk Dasar Tanaman Buncis dan Dosis Pemakaiannya
Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan bahkan 30% lebih banyak dibanding panen biasanya, ikuti cara pemupukan yang tepat untuk tanaman buncis dibawah ini,

1. Pupuk Dasar I Tanaman Buncis
Saat anda melakukan pengolahan tanah / membuat bedengan untuk tanaman buncis, tebarkan pupuk dasar I di atas tanah kemudian campur dengan tanah sampai rata. Dosis pupuk dasar I tanaman buncis berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Bagi anda yang menanam tanaman buncis dalam pot, campuran media tanam memakai perbandingan 1 media tanam : 1 pupuk dasar. Berikut ini cara pembuatan pupuk dasar I tanaman buncis,
Bahan-bahan:
- Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / kelinci, dll): 40 kg
- Daun-daun kering / kulit buah / rerumputan: 10 kg
- Buah-buahan setengah busuk: 20 kg
- Batang & bonggol pisang: 30 kg
- Dedak / bekatul / serbuk kayu: 5 kg
- Gula merah / gula putih: 100gr
- Air bersih / air cucian beras: ± 5 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata dedaunan / rerumputan / batang & bonggol pisang yang telah dicacah & bahan-bahan organik lainnya menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk dasar I Tanaman buncis siap diaplikasikan.

2. Merendam Biji / Benih Buncis
Sebelum ditanam, rendamlah benih buncis didalam larutan 1 tutup botol Pupuk Hayati M-BIO yang telah dicampur dengan 1 liter air. Hal ini sangat penting dilakukan karena pupuk hayati M-BIO mengandung hormon auksin dan sitokinin yang mampu merangsang proses perkecambahan biji sehingga dapat mempercepat proses pertumbuhan tunas dan melindungi tanaman buncis dari serangan hama / penyakit sejak dini.

3. Semprot lahan sebelum tanam
1 hari sebelum benih buncis ditanam, semprot lahan / bedengan dengan larutan Pupuk hayati M-BIO dosis 7 tutup botol yang dicampur dengan 14 liter air. Hal ini dilakukan supaya kandungan mikroba yang ada dalam Pupuk Hayati M-BIO bekerja aktif dalam mengikat N, melarutkan P dan K menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Dengan begitu, tepat setelah benih buncis dibenamkan dalam tanah, media tanam sudah dipenuhi dengan unsur hara majemuk yang siap diserap dengan mudah oleh benih tanaman buncis.

4. Pengecoran
Setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan M-BIO ke lubang akar dengan dosis 1 liter Pupuk Hayati M-BIO yang dicampur dengan 150 liter air. Biasanya setiap 1 tangkai buncis membutuhkan 200cc / 1 gelas kecil, disiramkan ke dalam lubang akar. Pengecoran dilakukan supaya kandungan hormon dan enzim yang terdapat dalam pupuk hayati M-BIO bekerja dengan sempurna dalam:
  • Mempercepat proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
  • Mempercepat proses terbentuknya bunga dan buah.
  • Mencegah kerontokan buah.

5. Pupuk Dasar II Tanaman Buncis
Di usia 3 minggu, saat tanaman buncis mempersiapkan diri untuk memulai proses pembentukan bunga, aplikasikan pupuk dasar II tanaman buncis yang banyak mengandung unsur hara P & K, apabila tanaman buncis terlihat cukup hijau, bahan organik yang banyak mengandung unsur hara N dalam pupuk dasar tanaman buncis sebaiknya dikurangi.
Bahan-bahan:
- Kulit buah-buahan / Sabut Kelapa: 3 kg
- batang & bonggol pisang / buah-buahan setengah busuk: 6 kg
- air cucian beras: 5 liter
- Gula merah / gula putih: 100 gr
- Air: 10 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 105ml (7 tutup botol)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air cucian beras di dalam ember cat / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk dasar II Tanaman Buncis
  • Setiap satu liter pupuk dasar II tanaman buncis harus dicampur dengan ± 5 - 10 liter air, bila dirasa terlalu pekat boleh ditambah air.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Kocorkan sebagian pupuk dasar tanaman buncis ini ke dalam lubang akar sekitar 1 gelas (± 200cc) untuk setiap tanaman. Sebagian lagi disemprotkan ke batang, cabang & daun tanaman menggunakan sprayer.
  • Setelahnya, aplikasikan pupuk dasar II tanaman buncis setiap 15 hari sekali, dengan dosis & cara yang sama.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan 15 cm dari batang tanaman buncis di hari berikutnya.

Peran Penting Pupuk Hayati M-BIO dalam Pupuk Dasar Tanaman Buncis

 pupuk dasar tanaman buncis
Isi: 1 liter, cukup untuk 1 ton pupuk padat
Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang tidak hanya mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman buncis, namun juga berisi mikroba majemuk menguntungkan dalam pembuatan pupuk dasar tanaman buncis maupun bagi tanaman buncis itu sendiri, diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Kumpulan bakteri tersebut telah teruji dapat  bekerja secara aktif sebagai pengikat N (Nitrogen) bebas menjadi senyawa yang berguna bagi tanaman buncis & sebagai agen pelarut P (Fosfat) dan K (Kalium) sehingga dapat dengan mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, mampu menguraikan bahan-bahan organik lebih cepat (7-10 hari) dengan cara fermentasi dan menghasilkan pupuk dasar tanaman buncis yang lebih kaya akan unsur hara dibanding pupuk organik biasa, inilah yang jadi penyebab meningkatnya hasil panen tanaman buncis.

Mikroba Bacillus sp. yang ada dalam Pupuk Hayati M-BIO dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian & efisiensi pemupukan berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung yaitu dengan menghambat aktivitas patogen pada tanaman (melindungi tanaman dari serangan hama / penyakit), sedangkan pengaruh secara langsung adalah meningkatkan pertumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan. 

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
 cara pemesanan m-bio pupuk dasar tanaman buncis
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Pupuk Dasar Tanaman Buncis ))*


Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio

Senin, 19 Maret 2018

Pupuk Terong Ungu - Bagi anda yang hendak menanam terong ungu, berikut ini info lengkap menganai pupuk terong ungu organik, cara pembuatan serta dosis pemakaiannya. Tanaman terong ungu adalah salah satu jenis tanaman yang sangat cocok ditanam pada awal musim kemarau (Maret - april) atau pada awal musim hujan (Oktober - November), dengan jarak tanam, antar lubang dalam barisan 60 cm dan jarak antar barisan 70-80 cm. Berikut ini syarat tanam yang dibutuhkan tanaman terong ungu untuk dapat tumbuh dengan baik:
  1. Iklim tropis dengan cuaca panas & Area terbuka yang cukup terkena sinar matahari
  2. Jenis tanah lempung berpasir dengan kondisi kaya zat organic
  3. Kondisi tanah gembur dan mampu meneruskan air agar tidak menggenang
  4. PH tanah 6,8 sampai 7,3 dan suhu udara berkisar antara 22 sampai 30 derajat Celcius
  5. Cocok tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi yang mencapai ketinggian sekitar 1200 mdpl

Pupuk Terong Ungu Organik yang Tepat serta Kapan dan Dosis Pemakaiannya

Tanaman Terong ungu membutuhkan perawatan dan pupuk yang berbeda-beda disetiap vase pertumbuhannya. Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan & melimpah, perhatikan jenis pupuk yang perlu diaplikasian, kapan harus diaplikasikan serta dosis pupuk terong ungu yang diperlukan dibawah ini.

1. Saat Pengolahan Tanah
Tanaman terong ungu membutuhkan pupuk dasar yang diaplikasikan saat pengolahan tanah atau saat membuat bedengan. Untuk pupuk dasar, tanaman terong membutuhkan pupuk yang banyak mengandung unsur N (nitrogen) dan Unsur P (fosfor) yang diperlukan tanaman terong ungu dalam tahap awal pertumbuhan serta pembentukan bunga. Simak cara pembuatan, cara pengaplikasian serta jumlah / dosis pupuk dasar terong ungu  dibawah ini,
Bahan-bahan:
- Kotoran ternak (ayam / sapi / kambing / kelinci / dll): 500 kg
- Dedaunan hijau, rerumputan & jerami: 200 kg
- Batang & bonggol pisang: 300 kg
- Dedak / bekatul / serbuk kayu: 50 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: ± 50 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata dedaunan / rerumputan / batang & bonggol pisang yang telah dicacah & bahan-bahan organik lainnya menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk Terong ungu siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk dasar Terong ungu:
  • Pupuk dasar Terong ungu bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata. 
  • Takaran pupuk dasar terong ungu berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanaman terong ungu dalam pot / polybag, 1 sekop Pupuk dasar : 1 sekop media tanam (tanah / sekam / dll).
  • Di usia 2 minggu setelah tanam, aplikasikan kembali pupuk dasar terong ungu sebanyak 0,5 kg per tanaman dengan cara dibenamkan jarak 5-7cm dari tanaman.

2. Saat Bibit Terong Ungu Disemai
Rendam biji/bibit terong ungu selama 24 jam dalam 1 tutup botol (15ml) Pupuk Hayati M-BIO yang telah dicampur dengan 1 liter air. Tahap ini merupakan tahap yang jangan sampai terlewatkan karena Pupuk hayati M-Bio mampu meningkatkan daya tahan tanaman terong ungu sejak dini / saat masih bibit supaya tidak mudah terkena hama/penyakit, merangsang pertumbuhan akar lebih panjang dan banyak, batang lebih kuat, tidak mudah layu dan saat pindah tanam lebih tahan stress, pertumbuhan benih lebih cepat dan seragam. Setelah bibit dibenamkan dalam lubang semai, siramkan larutan M-BIO bekas merendam bibit ke media penyemaian.

3. Saat Pindah Tanam
Setelah bibit terong ungu disemai, saat tanaman terong setidaknya memiliki 4 helai daun, bibit sudah siap dipindah tanam ke lahan luas / pot. 1 hari sebelum benih ditanamkan, semprot lahan tanam / media tanam dalam pot dengan larutan M-BIO konsentrasi 7 tutup botol (105 ml) M-BIO / 14 liter air. Hal ini diperlukan supaya mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati M-BIO bekerja secara aktif dalam meningkatkan kemampuan media tanam untuk menyediakan unsur hara yang diperlukan bagi tanaman.

4. Pengecoran Tanaman Terong Ungu
Setiap 7 hari sekali, kocorkan larutan Pupuk hayati M-BIO konsentrasi 1 liter M-BIO / 150 liter air ke lubang akar untuk memaksimalkan proses pertumbuhan tanaman, menyuburkan tanah dan membuat bahan-bahan organik yang ada dalam tanah jadi lebih mudah diserap oleh tanaman. Biasanya pengecoran terong ungu membutuhkan ± 2 liter/ha pupuk hayati M-BIO tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah.

5. Pupuk Susulan
Saat tanaman terong ungu berumur 2 minggu setelah tanam, sebagai pupuk susulan pertama: aplikasikan pupuk dasar terong ungu sebanyak 0,5kg untuk setiap tanaman. Setelahnya, tanaman terong ungu membutuhkan pupuk susulan kedua yang diaplikasian setiap 15 hari sekali setelah pemupukan susulan pertama. Pupuk susulan kedua diberikan setidaknya setelah tanaman terong ungu menghasilkan bunga, simak cara pembuatannya dibawah ini.
Bahan-bahan:
- Air Kencing hewan (Sapi / kuda / kelinci / dll): 50 liter
- Sabut kelapa: 60 kg
- tanaman sisa panen / rumput liar / azolla: 35 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: 100 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, gula & air kencing hewan di dalam drum / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu larutan siap diaplikasikan.

Cara Penggunaan Pupuk susulan II Terong ungu:
  • Setiap satu liter pupuk susulan ke-2 untuk tanaman terong ungu harus dicampur dengan 5 - 10 liter air.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk cair tsb agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Setiap 15 hari sekali, kocorkan pupuk terong ungu ini ke dalam lubang akar sebanyak 1 gelas (± 220cc) untuk setiap tanaman. Atau bisa juga disemprotkan ke tanaman dan atau di atas tanah menggunakan sprayer.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, bisa dipakai sebagai pupuk padat tanaman lain.

Apa itu Pupuk Hayati M-BIO dan Manfaatnya sebagai pupuk Terong Ungu 

 pupuk terong ungu
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
Pupuk Hayati M-BIO adalah Pupuk Biofertilizer yang dibuat dari formula khusus dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.

Pupuk hayati M-BIO bukanlah pupuk organik yang mampu menyediakan unsur hasa bagi tanaman, namun jika Pupuk Hayati M-BIO dicampur dengan bahan-bahan organik kemudian diproses secara fermentasi, dapat menghasilkan pupuk terong ungu organik yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30% dan penggunaan pupuk anorganik / pupuk kimia dapat ditinggalkan, selain itu penggunaan pupuk ini tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanah maupun pada tanaman. Berikut keunggulan Pupuk Hayati M-BIO lainnya:
  1. Mengikat Nitrogren udara
  2. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
  3. Melarutkan zat-zat anorganik (P, Ca, Mg dan lainnya) dan zat-zat / senyawa organik (gula, amino, alkohol, asam organik), meningkatkan humus tanah dan memperbaiki sifat tanah.
  4. membentuk senyawa anti bakteri, ester, anti oksidan (mencegah O2 yang berasosiasi dengan penyakit tertentu dari tanaman, hewan ataupun manusia) dan beberapa senyawa yang merangsang pertumbuhan tanaman.
  5. Menyuburkan dan memperbaiki sifar fisika, kimia dan biologi tanah.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
 cara pemesanan m-bio pupuk terong ungu
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Pupuk Terong Ungu ))*


Posted by: Agen Pupuk Hayati M-Bio